Ahli IT, Mahir ICD !!!

Program Studi Informatika Medis

Prodi Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) berfokus pada bidang Rekayasa Teknologi Kesehatan yang mencakup Sistem Informasi Kesehatan, E-Health & Telemedicine, Pencitraan Medis, Statistika Medis, Sistem Pendukung Keputusan Klinis / Sistem Pakar Kesehatan & Keamanaan dalam Pertukaran Data Medis serta penggunaan instrumentasi medis. Lulusan memiliki prospek kerja yang bagus dan terbuka mengingat di Jawa Timur memiliki fasilitas Kesehatan yang banyak dan prodi ini masih satu-satunya prodi di Jawa Timur.

Pendidikan

Prodi Informatika Medis UMLA Undang Kabag SIRS RSML di Seminar Teknologi Industri 2024

Admin Web Informatika Medis

Admin Web

#Seminar

Lamongan, 24612/2024 – Program Studi S1 Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali mengukuhkan komitmennya untuk memberikan wawasan terkini kepada mahasiswanya. Kali ini, Prodi Informatika Medis, beserta prodi teknik yang lain di Fakultas Sains Teknologi dan Pendidikan UMLA menggelar Seminar Teknologi Industri Batch 2 di tahun 2024 dengan tema “Peran Teknologi Digital untuk Meningkatkan Daya Saing di Bidang Industri dan Kesehatan”. ![](https://im.umla.ac.id/storage/iCe6yQUvA19GjouHdrUw1Uf9wgLr9my6uT4gVSLQ.jpg) Acara yang berlangsung di Aula Budi Utomo ini menghadirkan Rofiq Azhari, S.Kom, seorang profesional di bidang teknologi informasi yang menjabat sebagai Kabag IT RS Muhammadiyah Lamongan khususnya bagian pengembangan sistem informasi rumahsakit sekaligus CEO Cakra Langit Developer. Dalam materinya, Rofiq Azhari menjelaskan pentingnya peran teknologi digital dalam memajukan industri dan kesehatan. Teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan komunikasi digital telah menjadi fondasi penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor. Rofiq juga mengulas implementasi teknologi digital di rumah sakit, mobile health, information display, rekam medis elektronik, media komunikasi, serta infrastruktur digital dan keamanan. Seminar ini turut membahas infrastruktur digital rumah sakit, termasuk penyimpanan data internal dan eksternal menggunakan layanan cloud, serta teknologi komunikasi digital seperti VOIP dan WhatsApp API. Teknologi smart office untuk pemantauan suhu real-time juga dipaparkan sebagai inovasi yang meningkatkan pengelolaan operasional. Di bidang keamanan jaringan, Rofiq menekankan pentingnya firewall, enkripsi data, dan penetration testing untuk melindungi sistem informasi dari ancaman siber. Rofiq juga memperkenalkan pengembangan otomatisasi hasil bacaan radiologi serta portal rekomendasi klinik bagi pasien. Untuk memastikan keberlanjutan sistem informasi, ia menjelaskan pentingnya jaringan ganda, server cluster, dan cadangan data.Melalui seminar ini, UMLA melalui prodi S1 Informatika Medis kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen untuk mencetak generasi unggul yang siap bersaing di kancah global serta satu-satunya prodi di kabupaten lamongan yang memiliki komitmen dalam pengembangan sistem dibidang kesehatan.

Pendidikan

Kuliah Tamu oleh dr. Marsha, Dokter Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, di Prodi Informatika Medis

Admin Web Informatika Medis

Admin Web

#Kegiatan

Lamongan, 17 Desember 2024 — Dalam kuliah tamu yang digelar di Program Studi Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Lamongan, dr. Marsha seorang dokter umum di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai potensi meningkatnya angka kesakitan di kalangan generasi Z (lahir antara tahun 1997-2012) di Indonesia. Kuliah yang berjudul “AKANKAH GEN Z MENJADI PENYUMBANG TERTINGGI ANGKA KESAKITAN DI INDONESIA?” ini diselenggarakan sebagai bagian dari mata kuliah Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. ![](https://im.umla.ac.id/storage/WVPOhgAb52wc05flKRozfshaCoi5ywy0f70hCSB0.jpg) Menurut dr. Marsha, data kesehatan yang ada saat ini menunjukkan kecenderungan meningkatnya kasus penyakit yang dialami oleh generasi muda, terutama dalam kategori gangguan mental dan penyakit gaya hidup. “Gen Z dihadapkan pada berbagai tekanan hidup yang sangat berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya, yang dapat mempengaruhi kesehatan mereka dalam jangka panjang,” ujar dr. Marsha kepada para mahasiswa Informatika Medis yang hadir dalam acara tersebut. **Penyakit Gaya Hidup dan Kesehatan Mental: Ancaman Utama Gen Z** dr. Marsha memaparkan beberapa faktor yang meningkatkan risiko kesakitan di kalangan Gen Z. “Salah satu tantangan besar adalah gaya hidup yang tidak sehat, yang mencakup pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, dan ketergantungan pada perangkat digital,” jelasnya. Hal ini, lanjutnya, mengarah pada peningkatan kasus obesitas, diabetes tipe 2, serta gangguan muskuloskeletal seperti nyeri punggung dan leher akibat postur tubuh yang buruk. Lebih lanjut, dr. Marsha menyoroti masalah kesehatan mental sebagai salah satu ancaman terbesar bagi Gen Z. “Berdasarkan data rumah sakit kami dan penelitian terkait, tingkat gangguan kecemasan, depresi, dan stres di kalangan remaja dan dewasa muda semakin tinggi. Penyebabnya beragam, mulai dari tekanan akademik hingga dampak penggunaan media sosial yang berlebihan,” tambahnya. **Peran Teknologi dalam Meningkatkan Akses Kesehatan** Namun, dr. Marsha juga menilai bahwa meskipun tantangan kesehatan bagi Gen Z cukup besar, teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan. “Dengan adanya teknologi kesehatan digital, seperti aplikasi kesehatan dan platform edukasi melalui media sosial, kita dapat menyebarkan informasi yang lebih luas tentang pentingnya pola hidup sehat, serta memberikan akses yang lebih mudah kepada generasi muda untuk berkonsultasi dengan tenaga medis,” paparnya. Dalam kuliah tersebut, dr. Marsha juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara dunia medis dan teknologi informasi, khususnya di bidang Informatika Medis, dalam menciptakan solusi yang dapat membantu menurunkan angka kesakitan. "Mahasiswa informatika medis memiliki peran penting dalam menciptakan sistem informasi kesehatan yang lebih efisien dan mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk Gen Z," tambahnya. **Pentingnya Pendidikan Kesehatan dan Kesadaran Sejak Dini** Dalam sesi tanya jawab, dr. Marsha menyarankan agar pendidikan kesehatan dimulai sejak dini, baik di sekolah maupun melalui platform digital. Ia menekankan bahwa, “Pendidikan mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental harus menjadi bagian integral dari pendidikan umum, serta perlu dilakukan pendekatan yang lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan Gen Z.” Melalui kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa Prodi Informatika Medis dapat memahami pentingnya kontribusi mereka dalam mengatasi masalah kesehatan yang mungkin terjadi di kalangan generasi muda. Dr. Ana menutup kuliah dengan pesan penting: "Gen Z mungkin menghadapi tantangan kesehatan yang besar, namun dengan pengetahuan yang tepat dan akses yang mudah, mereka juga bisa menjadi generasi yang lebih sehat dan siap menghadapi masa depan." Sebagai generasi yang aktif dalam dunia digital, Gen Z menghadapi tantangan besar dalam menjaga kesehatan mereka, baik fisik maupun mental. Namun, dengan kesadaran dan pemanfaatan teknologi yang tepat, mereka masih memiliki peluang untuk mengubah tren peningkatan angka kesakitan. Oleh karena itu, kolaborasi antara dunia medis dan teknologi informasi sangat diperlukan untuk menciptakan solusi yang efektif dalam menjaga kesehatan generasi mendatang.

Pendidikan

Rapat Prodi Informatika Medis UMLA untuk Persiapan Semester Ganjil 2024-2025

Admin Web Informatika Medis

Admin Web

#Kegiatan

Program Studi (Prodi) Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mengadakan rapat penting dalam rangka mempersiapkan semester ganjil tahun akademik 2024-2025. Rapat yang berlangsung pada tanggal 09 September 2024 ini dipimpin oleh Ketua Prodi, Muhammad Shodiq, M.Kom, dan dihadiri oleh seluruh dosen serta staf pengajar. ![](https://im.umla.ac.id/storage/4gFcfxYOhR6sxGrwBkgVlkRf0hTG43eg91Tm93q2.jpg) Rapat kali ini membahas beberapa agenda utama, antara lain plot dan jadwal mata kuliah per dosen, beban tugas, audit mutu internal prodi, teknik perkuliahan, serta pengembangan modul praktikum. Berikut adalah ringkasan dari hasil rapat: **1. Plot dan Jadwal Mata Kuliah**: Penjadwalan mata kuliah untuk semester ganjil tahun akademik 2024-2025 menjadi fokus utama rapat. Dosen-dosen diberikan kesempatan untuk menyusun jadwal kuliah mereka dengan memperhatikan keseimbangan beban ajar. Plot mata kuliah yang merata diharapkan dapat memaksimalkan kualitas pengajaran dan meminimalisir konflik jadwal. **2. Beban Tugas Dosen**: Beban tugas dosen juga menjadi topik penting dalam rapat. Setiap dosen diberikan rincian beban ajar yang harus disesuaikan dengan mata kuliah yang mereka ampu. Hal ini bertujuan untuk memastikan pembagian tugas yang adil dan efisien serta menjaga kualitas pengajaran. **3. Audit Mutu Internal Prodi**: Audit mutu internal prodi dijadwalkan untuk dilakukan pada awal semester. Proses ini akan mencakup evaluasi terhadap kurikulum, metode pengajaran, serta hasil belajar mahasiswa. Tujuannya adalah untuk memastikan standar akademik yang tinggi dan melakukan perbaikan berkelanjutan. **4. Teknik Perkuliahan Offline dan E-Learning**: Rapat juga membahas penerapan teknik perkuliahan baik secara offline maupun e-learning. Dengan adanya berbagai metode pengajaran, prodi bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas belajar mahasiswa dan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Penekanan khusus diberikan pada integrasi platform e-learning untuk mendukung proses belajar-mengajar yang lebih interaktif. **5. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Pengembangan Modul Praktikum**: Pembahasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) menjadi agenda penting berikutnya. Dosen-dosen diminta untuk memperbarui RPS sesuai dengan perkembangan terbaru dalam bidang informatika medis. Selain itu, pengembangan modul praktikum juga menjadi prioritas untuk memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis yang relevan dan berkualitas. Muhammad Shodiq, M.Kom menyatakan, “Rapat ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa Prodi Informatika Medis UMLA siap untuk menghadapi semester ganjil dengan persiapan yang matang. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pengalaman belajar yang terbaik bagi mahasiswa.” Dengan hasil rapat ini, Prodi Informatika Medis UMLA siap menyambut semester baru dengan berbagai pembaruan dan inovasi, demi mendukung keberhasilan akademik mahasiswa dan menjaga mutu pendidikan yang tinggi.

Pendidikan

Mahasiswa Baru Informatika Medis UMLA Mengikuti Bimbingan Akademik Kartu Rencana Studi Melalui Sistem Informasi Akademik

Admin Web Informatika Medis

Admin Web

#Kegiatan

Mahasiswa baru Program Studi Informatika Medis UMLA telah memulai perjalanan akademik mereka dengan langkah yang terstruktur melalui bimbingan akademik Kartu Rencana Studi (KRS). Acara ini berlangsung pada hari Senin, 9 September 2024, dan dilakukan secara luring menggunakan Sistem Informasi Akademik (SIA) UMLA. ![](https://im.umla.ac.id/storage/hMNwXLde9bwBT4eLDsetWZUfF9DLhP715rtL5IiD.jpg) Bimbingan akademik ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa baru dapat merencanakan jalur studi mereka dengan baik dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan dosen pembimbing akademik mereka, membahas rencana mata kuliah yang akan diambil, serta menyusun strategi belajar yang efektif. "Penggunaan Sistem Informasi Akademik ini mempermudah proses bimbingan bagi mahasiswa baru, terutama dalam mengakses informasi yang mereka butuhkan secara efisien dan tepat waktu," kata Bapak Cahyo, dosen pembimbing akademik di Program Studi Informatika Medis. "Dengan sistem ini, mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan, mendapatkan umpan balik, dan melakukan penyesuaian pada rencana studi mereka." Sistem Informasi Akademik UMLA menyediakan berbagai fitur untuk mendukung proses bimbingan akademik, termasuk jadwal pertemuan, pengajuan perubahan KRS, dan akses ke materi perkuliahan. Fitur ini memungkinkan interaksi yang lebih fleksibel antara mahasiswa dan dosen pembimbing, serta memudahkan dalam penyampaian informasi penting mengenai akademik. Mahasiswa baru, yang terdiri dari berbagai latar belakang, menunjukkan antusiasme yang tinggi selama bimbingan. Mereka mengapresiasi kemudahan yang diberikan oleh SIA dan merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan akademik yang akan datang. "Ini adalah pengalaman pertama saya menggunakan sistem informasi akademik untuk bimbingan," ungkap Betty, salah satu mahasiswa baru. "Saya merasa sangat terbantu karena saya bisa langsung berdiskusi dengan dosen pembimbing tanpa harus datang ke kampus, dan sistem ini membuat semuanya terasa lebih teratur." Dengan pelaksanaan bimbingan akademik yang terintegrasi dengan teknologi ini, UMLA berharap dapat memberikan dukungan yang maksimal bagi mahasiswa baru dalam memulai studi mereka, sehingga mereka dapat mencapai keberhasilan akademik dan profesional di masa depan.

Pendidikan

Mastiins (Masa Taaruf Mahasiswa Prodi Informatika Medis) UM Lamongan Hadirkan Pakar Praktisi IT di Bidang Kesehatan

Admin Web Informatika Medis

Admin Web

#Kegiatan

Himpunan Mahasiswa Informatika Medis (HMIM) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UM Lamongan) sukses menyelenggarakan acara Masa Taaruf Mahasiswa Prodi Informatika Medis (Mastiins) tahun 2024 pada hari Selasa, 3 September 2024 di Universitas Muhammadiyah Lamongan. Acara tahunan ini bertujuan untuk menyambut mahasiswa baru dan memperkenalkan mereka pada dunia informatika medis serta praktiknya di lapangan. ![](https://im.umla.ac.id/storage/zjdpBRrMcawGYeGgb5ralUJYQDOQPMi4qF1AGpdW.jpg) Mastiins 2024 mengusung tema "Integrasi Teknologi dan Kesehatan: Menuju Era Digitalisasi Medis," dengan fokus pada pemberian wawasan mendalam mengenai aplikasi teknologi dalam sektor kesehatan. Salah satu highlight dari acara ini adalah kehadiran pakar dan praktisi IT terkemuka di bidang kesehatan yang memberikan materi dan berbagi pengalaman mereka. Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua HMIM UM Lamongan, Zakka, yang menjelaskan pentingnya acara ini sebagai ajang orientasi sekaligus pembekalan bagi mahasiswa baru. Zakka menekankan bahwa Mastiins adalah langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami tantangan dan peluang yang ada di bidang informatika medis. "Sebagai mahasiswa informatika medis, kalian akan menjadi bagian penting dalam transformasi digital di dunia kesehatan. Kami ingin memastikan bahwa kalian tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis tetapi juga praktis dari para ahli di bidang ini," ujar Zakka dalam sambutannya. Sesi pertama acara adalah keynote speech dari Bapak Muhammad Shodiq, selaku kaprodi Informatika Medis. Beliau mengucapkan syukur dan alhamdulillah dengan adanya mahasiswa baru prodi informatika medis 2024. Beliau memaparkan gambaran secara umum dan prospek karier yang ada di informatika medis serta bercerita sejarah kenapa UMLA ini mendirikan prodi ini. Ucap Muhammad Shodiq. Sesi kedua acara adalah keynote speech dari Bapak Ibnu Hasan, seorang pakar dalam sistem informasi rumah sakit di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Dalam presentasinya, Bapak Hasan membahas tentang tren terbaru dalam teknologi kesehatan, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam diagnosis medis dan pengembangan aplikasi kesehatan berbasis mobile. Bapak Hasan juga membagikan pengalaman pribadi mengenai tantangan yang dihadapi dan strategi untuk sukses dalam industri ini. Para peserta Mastiins tampak antusias mengikuti setiap sesi, dengan banyak dari mereka aktif bertanya dan berdiskusi. Acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih jelas mengenai dunia informatika medis serta memotivasi mahasiswa baru untuk lebih mendalami bidang ini. Dengan suksesnya Mastiins 2024, HMIM UM Lamongan berharap acara ini akan terus menjadi ajang yang bermanfaat bagi mahasiswa baru dan menjadi langkah awal yang baik dalam perjalanan mereka di dunia informatika medis.

Daftar Kerjasama Program Studi Informatika Medis

Program Studi Informatika Medis UMLA telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan, institusi pendidikan, dan instansi pemerintah baik lokal, nasional, maupun internasional dalam pengembangan teknologi inovatif dan tepat guna, serta dalam bidang penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kominfo

Menjadi Ahli IT & Mahir ICD

Bersama Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Lamongan