BERITA
17 Mar 2026, 11:46 AM
Admin Web Informatika Medis
Admin Web
Lamongan, 17 Desember 2024 — Dalam kuliah tamu yang digelar di Program Studi Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Lamongan, dr. Marsha seorang dokter umum di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai potensi meningkatnya angka kesakitan di kalangan generasi Z (lahir antara tahun 1997-2012) di Indonesia. Kuliah yang berjudul “AKANKAH GEN Z MENJADI PENYUMBANG TERTINGGI ANGKA KESAKITAN DI INDONESIA?” ini diselenggarakan sebagai bagian dari mata kuliah Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Menurut dr. Marsha, data kesehatan yang ada saat ini menunjukkan kecenderungan meningkatnya kasus penyakit yang dialami oleh generasi muda, terutama dalam kategori gangguan mental dan penyakit gaya hidup. “Gen Z dihadapkan pada berbagai tekanan hidup yang sangat berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya, yang dapat mempengaruhi kesehatan mereka dalam jangka panjang,” ujar dr. Marsha kepada para mahasiswa Informatika Medis yang hadir dalam acara tersebut.
Penyakit Gaya Hidup dan Kesehatan Mental: Ancaman Utama Gen Z dr. Marsha memaparkan beberapa faktor yang meningkatkan risiko kesakitan di kalangan Gen Z. “Salah satu tantangan besar adalah gaya hidup yang tidak sehat, yang mencakup pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, dan ketergantungan pada perangkat digital,” jelasnya. Hal ini, lanjutnya, mengarah pada peningkatan kasus obesitas, diabetes tipe 2, serta gangguan muskuloskeletal seperti nyeri punggung dan leher akibat postur tubuh yang buruk.
Lebih lanjut, dr. Marsha menyoroti masalah kesehatan mental sebagai salah satu ancaman terbesar bagi Gen Z. “Berdasarkan data rumah sakit kami dan penelitian terkait, tingkat gangguan kecemasan, depresi, dan stres di kalangan remaja dan dewasa muda semakin tinggi. Penyebabnya beragam, mulai dari tekanan akademik hingga dampak penggunaan media sosial yang berlebihan,” tambahnya.
Peran Teknologi dalam Meningkatkan Akses Kesehatan Namun, dr. Marsha juga menilai bahwa meskipun tantangan kesehatan bagi Gen Z cukup besar, teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan. “Dengan adanya teknologi kesehatan digital, seperti aplikasi kesehatan dan platform edukasi melalui media sosial, kita dapat menyebarkan informasi yang lebih luas tentang pentingnya pola hidup sehat, serta memberikan akses yang lebih mudah kepada generasi muda untuk berkonsultasi dengan tenaga medis,” paparnya.
Dalam kuliah tersebut, dr. Marsha juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara dunia medis dan teknologi informasi, khususnya di bidang Informatika Medis, dalam menciptakan solusi yang dapat membantu menurunkan angka kesakitan. "Mahasiswa informatika medis memiliki peran penting dalam menciptakan sistem informasi kesehatan yang lebih efisien dan mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk Gen Z," tambahnya.
Pentingnya Pendidikan Kesehatan dan Kesadaran Sejak Dini Dalam sesi tanya jawab, dr. Marsha menyarankan agar pendidikan kesehatan dimulai sejak dini, baik di sekolah maupun melalui platform digital. Ia menekankan bahwa, “Pendidikan mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental harus menjadi bagian integral dari pendidikan umum, serta perlu dilakukan pendekatan yang lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan Gen Z.”
Melalui kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa Prodi Informatika Medis dapat memahami pentingnya kontribusi mereka dalam mengatasi masalah kesehatan yang mungkin terjadi di kalangan generasi muda. Dr. Ana menutup kuliah dengan pesan penting: "Gen Z mungkin menghadapi tantangan kesehatan yang besar, namun dengan pengetahuan yang tepat dan akses yang mudah, mereka juga bisa menjadi generasi yang lebih sehat dan siap menghadapi masa depan."
Sebagai generasi yang aktif dalam dunia digital, Gen Z menghadapi tantangan besar dalam menjaga kesehatan mereka, baik fisik maupun mental. Namun, dengan kesadaran dan pemanfaatan teknologi yang tepat, mereka masih memiliki peluang untuk mengubah tren peningkatan angka kesakitan. Oleh karena itu, kolaborasi antara dunia medis dan teknologi informasi sangat diperlukan untuk menciptakan solusi yang efektif dalam menjaga kesehatan generasi mendatang.